1
Dari Ekonomi Politik menuju Ilmu Ekonomi
ECON000Lesson 7
00:00

Kuliah ini menandai pergeseran besar dalam pemikiran manusia: transisi dari Ekonomi Politikβ€”sebuah bidang yang didefinisikan oleh perebutan supremasi antara borjuis dan proletariatβ€”menuju "Ilmu Ekonomi" yang formal dan teknis. Pada pertengahan abad ke-19, menyusul Manifesto 1848 dan Publikasi Capital pada tahun 1867, Karl Marx dan Friedrich Engels meramalkan dunia Victoria yang suram. Mereka mengemukakan hukum gerak Marxis yang berargumen bahwa pengambilan nilai lebih akan mengarah pada teori peningkatan kesengsaraan, di mana kelas pekerja pasti akan tenggelam dalam kemiskinan, memicu keruntuhan kapitalisme.

EKONOMI POLITIK (1848)Konflik KelasNilai LebihPeningkatan KesengsaraanILMU EKONOMI (1883)Analisis TeknisBukti StatistikUtilitas Marjinal Pergeseran dari "Pandangan Dunia" menuju "Wilayah Kekuasaan Para Profesor"

Realitas Giffen dan Kaum Borjuis Proletar

Namun, dunia Victoria tidak runtuh. Para pengamat empiris seperti Sir Robert Giffen memberikan bukti statistik bahwa standar hidup justru meningkat. Pada tahun 1883, data menunjukkan kelas pekerja mengonsumsi lebih banyak daging, gula, dan teh dari sebelumnya. Hal ini melahirkan borjuis proletarβ€”sebuah kelas pekerja yang benar-benar memiliki kepentingan dalam sistem. Marx gagal mempertimbangkan peran budaya sosiopolitikβ€”sebuah elemen yang hampir tidak ia singgung. Budaya inilah, yang difasilitasi oleh serikat pekerja dan reformasi parlementer, yang memungkinkan kapitalisme beradaptasi daripada musnah.

Sebuah Disiplin yang Diprofesionalkan

Menjelang akhir abad, sifat penyelidikan ekonomi berubah secara fundamental. Ekonomi tidak lagi menjadi proliferasi pandangan dunia dan malahan menjadi wilayah khusus para profesor. Fokus bergeser dari takdir kelas revolusioner menuju keseimbangan teknis dan matematis. Narasi agung tentang takdir sosial digantikan oleh "ilmu" marjinalis dan terspesialisasi yang akan mendefinisikan lanskap akademis abad ke-20.